Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2020

10 Sebab Hadirnya Cinta Kepada ALLAH






Cinta adalah kedudukan yang banyak diperebutkan oleh manusia, bahkan dengan antusiasnya, mereka berlomba-lomba ingin mengetahui hakikatnya.

Dengan semangat ruh cinta lah, para ahli ibadah bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah. Maka cinta adalah makanan hati, nutrisi jiwa, dan penyejuk mata.

Cinta adalah kehidupan, yang jika seseorang diharamkan darinya, niscaya dia termasuk di antara sekian banyak orang yang mati.

Cinta adalah cahaya, yang apabila seseorang kehilangannya, niscaya dia akan berada di laut kegelapan.

Cinta adalah penawar, yang apabila seseorang tidak memilikinya, maka niscaya semua macam penyakit akan singgah di dalam hatinya.

Cinta adalah kelezatan yang apabila seseorang tidak memperolehnya, niscaya hidupnya seluruhnya adalah kesedihan dan kepedihan.

Cinta adalah ruhnya iman, amal perbuatan, segala kedudukan dan keadaan yang apabila musnah darinya, niscaya ia bagaikan tubuh tanpa nyawa di dalamnya.

Cinta adalah kendaraan suatu kaum yang mereka selalu berjalan di atas punggungnya menuju sang kekasih. Dan dia adalah jalan mereka yang sangat kokoh yang mengantarkan mereka menuju rumah-rumah mereka dengan cepat.

Demi Allah, sungguh telah pergi sang pemilik cinta membawa kemulian dunia dan akhirat, di mana ketika bersama kekasih mereka merupakan puncak kesempurnaan. Dan sungguh Allah Subhanahu Wata'ala telah memutuskan dengan kehendak dan hikmahNya yang sempurna bahwa seseorang bersama orang yang dicintainya. Maka cinta merupakan kenikmatan yang sempurna bagi para pecinta.

Adapun di antara sebab-sebab yang dapat menghadirkan cinta seorang hamba kepada Rabbnya dan menghadirkan cinta Rabb kepadanya yaitu:

1. Membaca al-Qur`an dengan mentadabburinya dan memahami makna-maknanya dan maksudnya (tafsirnya).

2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan dari Rabbnya ,

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan dirinya kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. al-Bukhari).

3. Terus menerus berdzkir kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap kondisi, baik dengan lisan, hati, ataupun dengan perbuatan. Maka besarnya kecintaan seseorang (kepada sesuatu) sebesar dan sebanyak dzikirnya kepadanya. Dan barangsiapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan banyak mengingatnya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,

“Aku sebagaimana perasangka hambaku kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila dia mengingatKu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dan Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya,

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d: 28).

4. Mengutamakan kecintaaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas kecintaan kepada dirimu sendiri ketika diliputi hawa nafsu, dan mengikuti serta mentaati RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya,

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Telah disebutkan tanda cinta, buah dan manfaatnya, maka tanda cinta (seseorang) kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah mengikuti RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan manfaat dan buahnya adalah kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada siapa saja yang mengikutinya (RasulNya). Maka jika tidak ada al-Mutaba’ah (mengikuti RasulNya), ini menunjukkan bahwa cintanya adalah dusta (tidak benar).

5. Menelaah/mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata'ala , mengakui dan mengenalnya serta menelusuri dan menyelaminya di dalam taman-taman pengetahuan (tentangnya). Maka barangsiapa yang mengenal Allah Subhanahu Wata'ala dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, serta perbuatan-perbuatanNya pasti dia akan mencintaiNya.

6. Mengakui kebaikan Allah Subhanahu Wata'ala dan nikmat-nikmatNya yang tampak (Zhahir) maupun yang tidak tampak (bathin), karena sesungguhnya hal itu dapat memotivasi seseorang untuk mencintai Allah Subhanahu Wata'ala , dan sungguh hati ini tercipta (fitrahnya) mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.

7. Menundukkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala.

8. Berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) dengan Allah Subhanahu Wata'ala pada waktu Dia turun di akhir malam untuk bermunajat kepadaNya dan membaca kitabNya (al-Qur`an) kemudian mengakhiri ibadah kepadaNya dengan memohon ampunan dan bertaubat kepadaNya. Karena waktu itu adalah waktu pembagian rampasan perang (keuntungan) dan hadiah-hadiah (dari Allah ), ada yang dapat sedikit, ada yang dapat banyak, dan ada pula yang diharamkan (tidak memperoleh sedikitpun).

9. Berteman/bergaul dengan orang-orang yang mencintai (Allah dan RasulNya ) dan orang-orang yang jujur/ benar (keimanannya), dan mengambil yang terbaik dari buah pembicaraan mereka, dan hendaklah kamu tidak berbicara kecuali benar-benar pembicaraanmu terdapat maslahat dan kamu mengetahui bahwa di dalam ucapanmu terdapat tambahan kebaikan untukmu dan bermanfaat buat orang lain.

10. Menjauhi segala sebab yang dapat menjadi penghalang hati ini dengan Allah Subhanahu Wata'ala.

Di antara sebab-sebab yang sepuluh ini, maka insya Allah sampailah para pecinta kepada lokasi-lokasi cinta dan bertemu dengan sang kekasih. (Abu Nabiel).

#salambermanfaat

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, “An-Nuqath al-’Asyru adz-Dzahabiyah”, karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dusary.



Senin, 08 Juli 2019

Bedah Buku : " GREAT AT WORK "



Detail Buku :
Judul Buku       : Great at Work 
Penulis               : Morten T. Hansen 
Tahun Terbit    : January 2018
Penerbit             : Simon Schuster


Halo sobat Cendikia. kuy Sharing Sharing, Inspiring!

Kembali lagi, saya hendak berbagi sedikit pengalaman ilmu yang saya dapatkan dari mentor dan diskusi rutin yang saya ikuti berasama Coach Dermawan Aji ( pakar bisnis indonesia ) buat sobat cendikia semua.


Pada kesempatan ini, kita akan membedah buku " Great at Work " , tema ini saya anggap peting bagi kita Millenial khususnya agar kita mamapu menemukan " Bagaimana Performa maksimal, Melakukan Lebih Sedikit, Bekerja Lebih Baik, dan Mencapai Hasil Lebih Banyak dari sesuatu yang kita lakukan" dengan kata lain bagaimana "Efiensi Tindakan"

Mari kita lansung ke pembahasan dalam buku tersebut ;

KEBIASAAN 
MATCHING PASSION WITH PURPOSE

Bekerja sesuai passion - melakukan apa yang dicintai, seringkali disebut sebagai kunci sukses. Sayangnya, pada kenyataannya kita juga banyak melihat orang-orang yang sangat menyukai sesuatu namun tidak menghasilkan apa-apa. Beberapa secara gegabah keluar dari pekerjaannya sebelumnya demi mengejar passionnya. Namun mereka berakhir dengan tidak memiliki pekerjaan apapun di akhirnya.

Menurut Morten Hansen, passion saja tidak cukup. Kita juga perlu memikirkan sisi lainnya: purpose.

Bila passion berarti mengerjakan apa yang kita cintai, maka purpose berarti mengerjakan apa yang orang lain butuhkan.

Bila passion berarti mengerjakan apa yang bermanfaat bagi kita, maka purpose berarti mengerjakan apa yang bermanfaat bagi orang lain.

Bila passion berarti fokus pada diri sendiri, maka purpose berarti fokus pada orang lain.

Mencari pekerjaan atau bisnis yang memenuhi passion dan purpose adalah kunci kesuksesan.

Dalam buku Great at Work, Morten Hansen menyebutkan ada 6 macam passion : 

1. Intrinsic Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati mengerjakan tugas-tugas saya setiap hari."

2. Achievement Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati pengalaman mencapai kesuksesan/hasil"

3. Creative Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati proses kreatif di pekerjaan ini"

4. People Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati bekerja dengan berbagai orang"

5. Learning Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan saya memberi peluang belajar dan bertumbuh secara personal maupun profesional"

6. Competence Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan ini memberi saya kesempatan untuk melakukan apa yang terbaik/yang saya bisa setiap hari"

5. Learning Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan saya memberi peluang belajar dan bertumbuh secara personal maupun profesional"

6. Competence Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan ini memberi saya kesempatan untuk melakukan apa yang terbaik/yang saya bisa setiap hari"

Kita tidak perlu memiliki passion di keenam jenis tersebut. Seringkali 2-3 macam passion saja sudah mencukupi (atau bahkan 1 macam passion)

Sementara itu, purpose terdiri dari tiga tingkatan.

1. Berkontribusi pada orang lain dengan menciptakan nilai (dan tidak menyakiti orang lain)

2. Menemukan makna dari aktivitas kita

3. Menciptakan perbedaan dengan misi sosial

Lalu bagaimana jika pekerjaan kita saat ini tidak cocok dengan passion dan purpose kita? Kita bisa lakukan tiga hal berikut.  :

1. Temukan peran baru. Selalu ada peluang di tempat yang sama dengan Anda berada saat ini. Yang Anda perlu lakukan adalah memikirkannya.

2. Perluas definisi passion Anda. Passion tidak hanya terkait dengan kesenangan akan tugas-tugas. Passion bisa muncul dari pencapaian, kreativitas, orang-orang, pembelajaran atau kemampuan.

3. Naiki tingkatan purpose satu per satu. Mulai dari berkontribusi dan tidak menyakiti orang lain, lalu mencoba menemukan makna terkait apa yang Anda lakukan sampai akhirnya Anda bisa melakukan sebuah misi sosial untuk menciptakan perbedaan di dunia ini.


Nah jadi sudah bisa dipahami kan sobat, penting bagi kita tidak hanya melakukan sesuatu hanya dengan " Passion " kita saja, namun kita harus menemukan " Purpose " dalam aktivitas yang kita lakukan, sehingga apa kita lakukan lebih kita cintai,  dan dibutuhkan orang lain sehingga memberikan " manfaat & makna "  bagi kemaslahatan bersama.

~Sekian
#Salambermanfaat  

Selasa, 26 Februari 2019

7 MACAM TEMAN


Doc Mejid At-Taqwa


Dari 7 macam teman, Teman manakan yang akan memberikan syafaat untuk mebantu kita masuk surga ??



1. Ta'arufan (تعروفا), yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll

2. Ta'ariihan (تعريحا),
yaitu teman karena faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se'almamater dll.

3. Ahammiyatan (احمياتا)
yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik, dll)

4. Faarihan (فاريحا),
yaitu teman karena sehobby (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)

5. Amalan (املا),
 yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dll.

6. 'Aduwwan (عدوا),
yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnya penuh kekebencian..

7. Hubban_Iimaanan (حبا للايمان) 
yaitu teman yg suka MENGINGATKAN-mu serta MENGAJAK-mu selalu KE JALAN الله SWT.

Dari ke 7 macam teman ini, no. 1-6 akan sirna di akhirat, & yg tersisa hanya teman no. 7.

namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan manfaat duniawi (materi)

Padahal diakhirat nanti, temen no.7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantumu masuk ke dalam surgaNYA. Pertemanan dan persahabatan yang dilandaskan karena الله

(QS 49:10).

Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada الله SWT :

"Yaa Rabb...kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."

Maka  الله SWT berseru  :
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah."

(HR Ibnu Mubarokh)

Semoga Pertemanan Kita  adalah pertemanan Hubban_Iil imaan yaitu teman yg suka saling Mengingatkan dan Mengajak selalu Ke jalan الله SWT

Semoga الله SWT bisa mengumpulkn kita di akhirat di dalam Surga atas Ridho dan Rahmat dari Nya

آمين يارب العالمين

~ Anonim

#Salambermanfaat

Selasa, 08 Januari 2019

Tentang Kita

Doc Jan 2019 

Hidup bukan hanya tentang aku, tetapi juga tentang kita dan mereka. Hidup itu juga tentang orgtuamu, tentang keluargamu, tentang orang-orang sekitarmu, tentang negerimu dan tentang agamamu.
Buat apa kita ada, kalau keberadaan kita tidak bermanfaat bagi orang lain dan manfaatnya tidak dirasakan oleh mereka.

Hidupmu dikatakan hebat kalau kau bisa menghebatkan orang-orang yang lemah.
Doa mereka tiada bersekat, oleh karena itulah kau harus mendekatnya.
Kebahagiaan didalam dirimu, itu ada didalam hati dan pikiranmu.
Sementara diluar dirimu, kebahagiaan itu ada tatkala kau dekat dengan orang-orang yg perlu kau berdayakan.

Martabatmu bukan ditentukan oleh banyaknya sertifikat dan bintang jasa di pundak dan dadamu.
Tetapi ditentukan oleh seberapa kuat namamu ada di hati orang-orang di sekitarmu.
Pujian sejati, bukanlah dalam bentuk gemuruh tepuk tangan tiada henti.
Tetapi justru ada didalam hati, ia keluar dalam bentuk doa di saat-saat sepi.

Jika ingin bahagia, maka bahagiakan orang lain.
Jika ingin sukses, maka sukseskan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia"
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Allah berfirman: "Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri" (QS. Al-Isra:7)

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita sesuai perintah Allah dan menjauhi laranganNya, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

~ Bukan Buih - SMART

#salambermanfaat

Kamis, 23 Agustus 2018

Kehilangan Diri Sendiri ( Fenomena Pemuda Zaman Now )

Doc. Mesjid Tua Minangkabau-Pariangan
Perjalanan terberat dalam hidup adalah menemukan diri sendiri. Perjalanan terkelam dalam hidup adalah kehilangan diri sendiri. Perjalanan hidup paling membahagiakan dan penuh syukur adalah menemukan kembali diri sendiri.

***



Halo sobat cendekia,

Kali ini admin akan berbagi cerita tantang fenomena yang merupakan “Siklus Kehidupan” sering terjadi dan dihadapi oleh manusia se-usia kita saat ini khususnya pemuda ( 20 – 25 Tahun ). Dimana pemuda kita saat ini sering merasa “ Galau ” atau seperti sebagian dari kita merasa tidak bermakna, sebagian yang lain mungkin sedang “ kehilangan dirinya sendiri ” seperti pengalaman yang penulis pernah rasakan sendiri.

Memang sejatinya dalam perjalanan hidup kita saat ini ( Pemuda ) selalu dihadapkan pada berbagai krisis sebagai tanggung jawab menuju  perkembangan menjadi manusia dewasa. Dalam perjalanan menuju kedewasaan, ada kalanya kita sampai pada masa-masa yang penuh konflik ketika keinginan dan relita tidak sejalan, ketika keinginan kita bertentangan dengan harapan orang-orang yang merasa dirinya lebih tahu dari pada diri kita sendiri.

Sebagai contoh ketika lulus kuliah dan belum memiliki prospek kerja, sudah memiliki pekerjaan namun merasa tidak sesuai kenginan kita, gagal dalam suatu wawancara pekerjaan, dikhianati teman dekat, patah hati ( karena di tekong misalnya ;D) , merugi dalam suatu bisnis, baru saja mengalami perceraian usia muda ( Maaf ) dan hal lainnya yang menyumbang kecemasan dan rasa frustasi kita sehari-hari bisa menjadi penyebab kita kehilangan diri sendiri sehingga menimbulkan kekacauan dalam pikiran kita ( Galau )

Lazimnya kita hanya menjalani hidup based on what most people do. Meskipun pada akhirnya, mulai timbul berbagai pertanyaan yang belum ada jawabnya di otak dan benak kita sendiri, seperti “mau jadi apa saya?”, “mau kemana sih jalan hidup saya?”, “mau kapan nikah?” dan sebagainya. Setiap pertanyaan muncul rutin satu per satu dalam setiap jamnya. Sementara, jawaban dari setiap pertanyaan tersebut hanya “saya nggak tau”

Kehilangan diri sendiri, seringkali membuat kita mempertanyakan kembali apa, siapa, dan mau kemana diri kita ini. Namun, yang kita temukan hanyalah diri kita yang lemah tak berdaya, terdegradasi dari himpitan dan kerasnya hidup. Kita bukan apa-apa, hanya seonggok manusia yang tidak berarti di luasnya galaksi ini. Kita merasa sedih, cemas, bimbang, tidak tahu akan berbuat apa, menyalahkan diri sendiri atas pilihan-pilihan hidup yang telah kita ambil, dan akhirnya kita kehilangan kendali atas diri sendiri. Kita kehilangan arah kehilangan diri kita sendiri. Kita berubah menjadi seseorang yang sama sekali tidak kita kenal, bahkan kita kehilangan jati diri.


Padahal jika kita meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi diri kita kembali dengan bijak, mengapa hal ini bisa terjadi dalam diri kita? Ternyata semua terjadi memang pada fase-fase hidup dengan kondisi usia dan kehidupan saat ini yang sedang kita jalani sebagai seorang pemuda.


***

Setelah sekian lama saya bergulat  untuk mencari diri sendiri yang hilang akhirnya, saya menemukan salah satu artikel yang menjelaskan tentang fenomena yang saya alami, yakni quarter life crisis. Quarter life crisis (QLC)  adalah masa-masa yang saya ceritakan di awal tadi. Menurut The Guardian yang saya kutip dari Forbes, 85% milenial (tahun kelahiran 1980-2000) mengalami hal serupa di usia 20-30 tahun. Mereka mulai menanyakan tentang diri mereka, menanyakan tentang “apa yang sebenarnya dicari dalam kehidupan ini?” Mulai sering kecewa pada diri sendiri dan sebagainya.


Sejatinya, QLC bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang harus dipahami dan dipelajari. QLC ini terasa seperti alarm, tanda bahwa kita sudah dewasa. Setidaknya dewasa awal. Seperti saya yang bertemu dengan QLC saya dan berjalan menuju arah keluar dari QLC saya dengan berbagai cara. Saya mengangap jalan terbaik untuk keluar dari fase ini adalah mengenal diri. Saya mencoba berpikir deduktif-induktif. Dari segala macam cara yang saya lakukan, saya menganggap pangkal dari cara-cara tersebut adalah “seberapa besar saya mengenal diri saya”. Bagi saya hal itu akan membantu kita keluar dari QLC ini.


***

Sejatinya setiap orang pada dasarnya unik, dilahirkan dengan masalah nya masing-masing, maka saya yakin pasti cara yang bisa dipilih untuk keluar dari QLC ini jelas beragam. Kita bisa menemukan terapi kita sendiri kalau kita berhasil mengenal diri kita sendiri.

Pahamilah ketika kita sedang mengalami fase quarter life crisis. Memahami diri kita sendiri pada fase itu merupakan sebuah kabijaksaan dalam menemukan diri kita  yang telah hilang.

~ Prawira

#Salam bermanfaat


*Diolah dari berbagai sumber

Senin, 12 Maret 2018

JANGAN BERHENTI DI TENGAH BADAI

Doc.Badai Mt Sibayak

Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit jadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“Bagaimana, Bu? Kita berhenti?”, si anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ibu.

Anaknya tetap menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujan pun turun.
Beberap pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan² besar jg mulai menepi & berhenti.

“Bu....?"
“Teruslah mengemudi !!” kata Ibu sambil terus melihat ke depan.

Anaknya tetap mengemudi dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak beberapa meter saja.
Si Anak mulai takut.
Namun tetap mengemudi walaupun sgt perlahan.

Setelah melewati beberapa kilo meter ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pada daerah yang kering & matahari bersinar.

“Silahkan berhenti & keluarlah”, kata Ibu
“Kenapa sekarang ?”, tanya-nya.
“Agar kau bisa melihat seandainya berhenti di tengah badai”.

Si Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia membayangkan orang² yg terjebak
disana. Dia baru mengerti bahawa jangaan pernah berhenti ditengah badai karena akan terjebak dlaam ketidak pastian.

Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, teruslah  berjalan, jangan berhenti & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terasa menakutkan.
Lakukan  saja apa yangg dapat kita lakukan & yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu.

Kita tidak akan pernah berhenti tetapi maju terus.
Karena kita yakin bahwa di depan sana kepastian & kesuksesan ada untuk kita

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!

Butuh batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI
Butuh semak berduri supaya kita WASPADA
Butuh persimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH
Butuh petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan
Hidup butuh masalah  supaya kita tahu kita punya KEKUATAN
Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara KERJA CERDAS
Butuh air mata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI
Butuh tertawa & senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR
Butuh orang lain supaya kita tahu kita tidak SENDIRI

Jangan selesaikan malsalah dengan mengeluh, berkeluh kesah & marah, selesaikan saja dengan sabar, bersyukur & jangan lupa tersenyum

Teruslah melangkah walau mendapat rintangan, jangan takut. Saat tidak ada lagi tembok uutuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat. Namun, dapat dirasakan hingga jauh ke dalam relung hati.

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa
Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan utk kebutuhan hidup. Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk gaya hidup

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah . Hidup ini terlalu singkat, maafkan  mereka yg menyakitimu, sayangi mereka yg peduli padamu

#Semoga bermanfaat !! 😊

By - @daienzkhan