Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2020

10 Sebab Hadirnya Cinta Kepada ALLAH






Cinta adalah kedudukan yang banyak diperebutkan oleh manusia, bahkan dengan antusiasnya, mereka berlomba-lomba ingin mengetahui hakikatnya.

Dengan semangat ruh cinta lah, para ahli ibadah bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah. Maka cinta adalah makanan hati, nutrisi jiwa, dan penyejuk mata.

Cinta adalah kehidupan, yang jika seseorang diharamkan darinya, niscaya dia termasuk di antara sekian banyak orang yang mati.

Cinta adalah cahaya, yang apabila seseorang kehilangannya, niscaya dia akan berada di laut kegelapan.

Cinta adalah penawar, yang apabila seseorang tidak memilikinya, maka niscaya semua macam penyakit akan singgah di dalam hatinya.

Cinta adalah kelezatan yang apabila seseorang tidak memperolehnya, niscaya hidupnya seluruhnya adalah kesedihan dan kepedihan.

Cinta adalah ruhnya iman, amal perbuatan, segala kedudukan dan keadaan yang apabila musnah darinya, niscaya ia bagaikan tubuh tanpa nyawa di dalamnya.

Cinta adalah kendaraan suatu kaum yang mereka selalu berjalan di atas punggungnya menuju sang kekasih. Dan dia adalah jalan mereka yang sangat kokoh yang mengantarkan mereka menuju rumah-rumah mereka dengan cepat.

Demi Allah, sungguh telah pergi sang pemilik cinta membawa kemulian dunia dan akhirat, di mana ketika bersama kekasih mereka merupakan puncak kesempurnaan. Dan sungguh Allah Subhanahu Wata'ala telah memutuskan dengan kehendak dan hikmahNya yang sempurna bahwa seseorang bersama orang yang dicintainya. Maka cinta merupakan kenikmatan yang sempurna bagi para pecinta.

Adapun di antara sebab-sebab yang dapat menghadirkan cinta seorang hamba kepada Rabbnya dan menghadirkan cinta Rabb kepadanya yaitu:

1. Membaca al-Qur`an dengan mentadabburinya dan memahami makna-maknanya dan maksudnya (tafsirnya).

2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan dari Rabbnya ,

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan dirinya kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. al-Bukhari).

3. Terus menerus berdzkir kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap kondisi, baik dengan lisan, hati, ataupun dengan perbuatan. Maka besarnya kecintaan seseorang (kepada sesuatu) sebesar dan sebanyak dzikirnya kepadanya. Dan barangsiapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan banyak mengingatnya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,

“Aku sebagaimana perasangka hambaku kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila dia mengingatKu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dan Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya,

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d: 28).

4. Mengutamakan kecintaaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas kecintaan kepada dirimu sendiri ketika diliputi hawa nafsu, dan mengikuti serta mentaati RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya,

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Telah disebutkan tanda cinta, buah dan manfaatnya, maka tanda cinta (seseorang) kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah mengikuti RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan manfaat dan buahnya adalah kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada siapa saja yang mengikutinya (RasulNya). Maka jika tidak ada al-Mutaba’ah (mengikuti RasulNya), ini menunjukkan bahwa cintanya adalah dusta (tidak benar).

5. Menelaah/mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata'ala , mengakui dan mengenalnya serta menelusuri dan menyelaminya di dalam taman-taman pengetahuan (tentangnya). Maka barangsiapa yang mengenal Allah Subhanahu Wata'ala dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, serta perbuatan-perbuatanNya pasti dia akan mencintaiNya.

6. Mengakui kebaikan Allah Subhanahu Wata'ala dan nikmat-nikmatNya yang tampak (Zhahir) maupun yang tidak tampak (bathin), karena sesungguhnya hal itu dapat memotivasi seseorang untuk mencintai Allah Subhanahu Wata'ala , dan sungguh hati ini tercipta (fitrahnya) mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.

7. Menundukkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala.

8. Berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) dengan Allah Subhanahu Wata'ala pada waktu Dia turun di akhir malam untuk bermunajat kepadaNya dan membaca kitabNya (al-Qur`an) kemudian mengakhiri ibadah kepadaNya dengan memohon ampunan dan bertaubat kepadaNya. Karena waktu itu adalah waktu pembagian rampasan perang (keuntungan) dan hadiah-hadiah (dari Allah ), ada yang dapat sedikit, ada yang dapat banyak, dan ada pula yang diharamkan (tidak memperoleh sedikitpun).

9. Berteman/bergaul dengan orang-orang yang mencintai (Allah dan RasulNya ) dan orang-orang yang jujur/ benar (keimanannya), dan mengambil yang terbaik dari buah pembicaraan mereka, dan hendaklah kamu tidak berbicara kecuali benar-benar pembicaraanmu terdapat maslahat dan kamu mengetahui bahwa di dalam ucapanmu terdapat tambahan kebaikan untukmu dan bermanfaat buat orang lain.

10. Menjauhi segala sebab yang dapat menjadi penghalang hati ini dengan Allah Subhanahu Wata'ala.

Di antara sebab-sebab yang sepuluh ini, maka insya Allah sampailah para pecinta kepada lokasi-lokasi cinta dan bertemu dengan sang kekasih. (Abu Nabiel).

#salambermanfaat

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, “An-Nuqath al-’Asyru adz-Dzahabiyah”, karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dusary.



Senin, 08 Juli 2019

Bedah Buku : " GREAT AT WORK "



Detail Buku :
Judul Buku       : Great at Work 
Penulis               : Morten T. Hansen 
Tahun Terbit    : January 2018
Penerbit             : Simon Schuster


Halo sobat Cendikia. kuy Sharing Sharing, Inspiring!

Kembali lagi, saya hendak berbagi sedikit pengalaman ilmu yang saya dapatkan dari mentor dan diskusi rutin yang saya ikuti berasama Coach Dermawan Aji ( pakar bisnis indonesia ) buat sobat cendikia semua.


Pada kesempatan ini, kita akan membedah buku " Great at Work " , tema ini saya anggap peting bagi kita Millenial khususnya agar kita mamapu menemukan " Bagaimana Performa maksimal, Melakukan Lebih Sedikit, Bekerja Lebih Baik, dan Mencapai Hasil Lebih Banyak dari sesuatu yang kita lakukan" dengan kata lain bagaimana "Efiensi Tindakan"

Mari kita lansung ke pembahasan dalam buku tersebut ;

KEBIASAAN 
MATCHING PASSION WITH PURPOSE

Bekerja sesuai passion - melakukan apa yang dicintai, seringkali disebut sebagai kunci sukses. Sayangnya, pada kenyataannya kita juga banyak melihat orang-orang yang sangat menyukai sesuatu namun tidak menghasilkan apa-apa. Beberapa secara gegabah keluar dari pekerjaannya sebelumnya demi mengejar passionnya. Namun mereka berakhir dengan tidak memiliki pekerjaan apapun di akhirnya.

Menurut Morten Hansen, passion saja tidak cukup. Kita juga perlu memikirkan sisi lainnya: purpose.

Bila passion berarti mengerjakan apa yang kita cintai, maka purpose berarti mengerjakan apa yang orang lain butuhkan.

Bila passion berarti mengerjakan apa yang bermanfaat bagi kita, maka purpose berarti mengerjakan apa yang bermanfaat bagi orang lain.

Bila passion berarti fokus pada diri sendiri, maka purpose berarti fokus pada orang lain.

Mencari pekerjaan atau bisnis yang memenuhi passion dan purpose adalah kunci kesuksesan.

Dalam buku Great at Work, Morten Hansen menyebutkan ada 6 macam passion : 

1. Intrinsic Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati mengerjakan tugas-tugas saya setiap hari."

2. Achievement Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati pengalaman mencapai kesuksesan/hasil"

3. Creative Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati proses kreatif di pekerjaan ini"

4. People Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena saya menikmati bekerja dengan berbagai orang"

5. Learning Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan saya memberi peluang belajar dan bertumbuh secara personal maupun profesional"

6. Competence Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan ini memberi saya kesempatan untuk melakukan apa yang terbaik/yang saya bisa setiap hari"

5. Learning Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan saya memberi peluang belajar dan bertumbuh secara personal maupun profesional"

6. Competence Passion - "saya menyukai pekerjaan saya karena pekerjaan ini memberi saya kesempatan untuk melakukan apa yang terbaik/yang saya bisa setiap hari"

Kita tidak perlu memiliki passion di keenam jenis tersebut. Seringkali 2-3 macam passion saja sudah mencukupi (atau bahkan 1 macam passion)

Sementara itu, purpose terdiri dari tiga tingkatan.

1. Berkontribusi pada orang lain dengan menciptakan nilai (dan tidak menyakiti orang lain)

2. Menemukan makna dari aktivitas kita

3. Menciptakan perbedaan dengan misi sosial

Lalu bagaimana jika pekerjaan kita saat ini tidak cocok dengan passion dan purpose kita? Kita bisa lakukan tiga hal berikut.  :

1. Temukan peran baru. Selalu ada peluang di tempat yang sama dengan Anda berada saat ini. Yang Anda perlu lakukan adalah memikirkannya.

2. Perluas definisi passion Anda. Passion tidak hanya terkait dengan kesenangan akan tugas-tugas. Passion bisa muncul dari pencapaian, kreativitas, orang-orang, pembelajaran atau kemampuan.

3. Naiki tingkatan purpose satu per satu. Mulai dari berkontribusi dan tidak menyakiti orang lain, lalu mencoba menemukan makna terkait apa yang Anda lakukan sampai akhirnya Anda bisa melakukan sebuah misi sosial untuk menciptakan perbedaan di dunia ini.


Nah jadi sudah bisa dipahami kan sobat, penting bagi kita tidak hanya melakukan sesuatu hanya dengan " Passion " kita saja, namun kita harus menemukan " Purpose " dalam aktivitas yang kita lakukan, sehingga apa kita lakukan lebih kita cintai,  dan dibutuhkan orang lain sehingga memberikan " manfaat & makna "  bagi kemaslahatan bersama.

~Sekian
#Salambermanfaat  

Selasa, 26 Februari 2019

7 MACAM TEMAN


Doc Mejid At-Taqwa


Dari 7 macam teman, Teman manakan yang akan memberikan syafaat untuk mebantu kita masuk surga ??



1. Ta'arufan (تعروفا), yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll

2. Ta'ariihan (تعريحا),
yaitu teman karena faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se'almamater dll.

3. Ahammiyatan (احمياتا)
yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik, dll)

4. Faarihan (فاريحا),
yaitu teman karena sehobby (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)

5. Amalan (املا),
 yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dll.

6. 'Aduwwan (عدوا),
yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnya penuh kekebencian..

7. Hubban_Iimaanan (حبا للايمان) 
yaitu teman yg suka MENGINGATKAN-mu serta MENGAJAK-mu selalu KE JALAN الله SWT.

Dari ke 7 macam teman ini, no. 1-6 akan sirna di akhirat, & yg tersisa hanya teman no. 7.

namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan manfaat duniawi (materi)

Padahal diakhirat nanti, temen no.7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantumu masuk ke dalam surgaNYA. Pertemanan dan persahabatan yang dilandaskan karena الله

(QS 49:10).

Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada الله SWT :

"Yaa Rabb...kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."

Maka  الله SWT berseru  :
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah."

(HR Ibnu Mubarokh)

Semoga Pertemanan Kita  adalah pertemanan Hubban_Iil imaan yaitu teman yg suka saling Mengingatkan dan Mengajak selalu Ke jalan الله SWT

Semoga الله SWT bisa mengumpulkn kita di akhirat di dalam Surga atas Ridho dan Rahmat dari Nya

آمين يارب العالمين

~ Anonim

#Salambermanfaat