Jumat, 06 Maret 2015

makalah kelompok sosial.pendidikan luar sekolah unimed.dho

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Berbicara mengenai manusia tentunya juga berbicara mengenai seluruh aspek yang ada pada manusia tersebut. Banyak sekali yang harus dikaji mengenai manusia. Manusia sebagia makhluk sosial tidaklah mungkin hidup tanpa adanya orang lain. Dalam situasi ini manusia harus berinteraksi satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya.Semua yang dibutuhkan manusia tidaklah mungkin diatasi secara individual karena manusia sebagai makhluk sosial maka mereka saling membutuhkan dan saling tergantung antara satu sama lain, dalam kaitannya dengan hal tersebut.
Dalam sebuah masyarakat terdapat beberapa kelompok- kelompok sosial yang membuat interaksi mereka lancar dan tertur. kelompok sosial merupakan sistem yang bisa membantu masyarakat untuk mencapai tujuan mereka bersama dan di dalamnya ada norma-norma yang telah di sepakati barsama. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sherif bahwa kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua individu atau lebih yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu, yang khas bagi kesatuan sosial tersebut. Semisal contoh yang paling signifikan untuk dijadikan contoh yaitu rumah tangga, rumah tangga merupakan kelompok terkecil yang ada dalam masyarakat.
Dalam pembahasan masalah kelompok sosial yang dibahas dalam psikologi sosial bahwasanya kelompok sosial memiliki perbedaan dengan kebersamaan, jenis-jenis kelompok sosial dan ciri-ciri kelompok sosial. Makalah ini akan membahas mengenai hal tersebut sehingga kita dapat membedakan mana kelompok sosial dan serta ciri-cirinya.











BAB II
KELOMPOK SOSIAL

A. JENIS – JENIS KELOMPOK
Menurut Sherif kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma – norma tertentu, yang khas bagi kesatuan sosial tersebut.
Menurut Roland Freedman Cs kelompok sosial adalah organisasi terdiri atas dua atau lebih individu yang tergantung oleh ikatan – ikatan suatu sistem ukuran – ukuran kelakuan yang diterima dan disetujui oleh semua anggotanya. Menurut Park dan Burgess kelompok adalah sekumpulan orang yang memiliki kegiatan yang konsisten. Sedangkan menurut Gidding kelompok sosial timbul karena adanya consciousness of kind, kesadaran atas barang pada jiwa manusia.
Menurut paham fungsionalisme didalam antropologi yang di pelopori oleh Malinowski bahwa pertimbangan untuk membentuk kelompok sosial adalah adanya fungsi, adanya tujuan dari pada kelompok sosial. Tujuannya berupa tujuan bersama, misalnya pada kelompok berburu. Jadi kaelompok – kelompok sosial tersebut adalah himpunan atau satu kesatuan manusia yang hidup bersama dan adanya hubungan diantara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling tolong – menolong serta adanya organisasi antara anggotanya.
1.KelompokPrimer
Dalam kelompok primer terdapat interaksi sosial yang intensif dan lebih erat antara anggotanya dari pada dalam kelompok sekunder. Kelompok primer juga disebut face to face group, yaitu kelompok sosial yang anggota-anggotanya sering berhadapan muka yang satu dengan yang lain dan saling mengenal dari dekat, dan karena itu saling hubungannya lebih erat. Peranan kelompok premer dalam kehidupan individu besar sekali karena dalam kelompok premer itu manusia pertama-tama berkembang dan dididik sebagai makhluk sosial. Disini ia memperoleh kerangkanya yang memungkinnya untuk mengembangkan sifat-sifat sosialnya, antara lain mengindahkan norma-noram, melepaskan kepentingan dirinya demi kepentingan kelompok sosialnya, belajar bekerja sama dengan individu-individu lainny, dan mengembangkan kecakapannya guna kepentingan kelompok.
Contoh-contoh kelompok premer adalah keluarga, rukun tetangga, kelompok sepermainan sekolah, kelompok belajar, kelompok agama dan sebagainya.
2.Kelompok Sekunder
            Interaksi dalam kelompok sekunder terdiri atas saling hubungan yang tidak langsung, berjauhan dan formal, kuarng bersifat kekeluargaan. hubungan-hubungan dalam kelompok sekunder biasanya lebih objektif. Peranan atau fungsi kelompok sekunder dalam kehidupan manusia ailah untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama, secara objektif dan rasional. Perbandingan antara pergaulan antara kelompok primer dan sekunder dapat digambarkan dengan perkataan Tonnies, seorang ahli ilmu kemasyarakatan, yaitu bahwa kelompok primer bersifar Gemeinschaft, artinya merupak suatu persekutuan hidung yang hubunngnannya satusama lain erat sekali.. Sedangkan kelompok sekunder bersifat Gesselschaft, artinya suatu kesatuan sosial yang hubungannya satusama lain berdasarkan pamrih, selalu memperhitungkan rugi-laba.
Contoh-contoh kelompok sekunder ialah partai politik, perhimpunan serikat kerja dan sebagainya.

3. Kelompok Formal dan Informal
Terdapat pula pembagian kelompok sosial ke dalam kelompok formal atau resmi dan kelompok informal atau kelompok tidak resmi.Inti perbedaan disini ialah bahwa kelompok informal itu tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh peraturan-peraturan ADRT tertulis seperti pada kelompok formal. Kelompok informal juga mempunyai pembagian tugas, peranan-peranan dan hirarki tertentu, serta norma pedoman prilaku anggotanya dan konvensinya, tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok formal.
Contoh kelompok formal semua perkumpulan yang beranggapan dasar dan beranggapan rumah tangga merupakan kelompok resmi..
Pembentukan kelompok informal itu tentu juga terdapat di luar kelompok-kelompok resmi yang besar, seringdibentuk di tengah kehidupan sehari-hari, lingkungan kerja, tempat kediaman yang dekat.
Contoh: contoh sekelompok kawan-kawan atau keluarga yang sering kunjung mengunjungi, fanclub, kelopok arisan.
4.  Kelompok-kelompok semu dan tidak teratur
1)      Kerumunan
Kerumunan ialah sekumpulan orang yang tidak terorganisir dan bersifat sementara. Suatu kerumumnan dapat memiliki pemimpin, tetapi tidak memiliki struktur dan pembagian kerja. Identitas seseorang akan tenggelam apabila berada dalam sebuah kerumunan.
Tipe-tipe kerumunan
a)      Khalayak penonton (pendengar formal/formal audience)
Kerumunan demikian mempunyai perhatian dan tujuan yang sama, misalnya penonton bioskop, pengunjung khotbah agama, dsb.
b)   Kelompok ekspresif yang direncanakan (planned expressive group)
Kerumunan yang terdiri atas orang-orang yang mempunyai tujuan sama tetapi  pusat perhatiannya berbeda-beda, misalnya kerumunan orang-orang yang berpesta
c) Kumpulan orang yang kurang menyenangkan (inconvinent aggregations)
      Dalam kerumunan semacam ini kehadiran orang lain merupakan halangan bagi
      seseorang dalam mencapai tujuan. Misalnya: antre tiket, kerumunan penumpang    bus, dst.

d) Kumpulan orang-orang yang panik (panic crowd) Ialah kerumunan yang terdiri atas orang-orang yang menghindari bencana/ancaman. Misalnya pengungsi
e) Kerumunan penonton (spectator crowd)
Yaitu kerumunan orang-orang yang ingin melihat sesuatu atau peristiwa tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan formal audience, tetapi tidak terencana
f) Lawless crowd
Yaitu kerumunan orang-orang yang berlawanan dengan hukum, misalnya: acting mobs, yakni kerumunan orang-orang yang bermaksud mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik. Contoh lain: immoral crowd, seperti formal audience, tetapi bersifat menyimpang.
2) publik (massa)
Seringkali disebut dengan khalayak umum atau khalayak ramai. Publik semacam dengan kelompok hanya tidak menjadi kesatuan, hubungan sosial terjadi secara tidak langsung, melainkan melalui alat-alat komunikasi massa, seperti: media massa cetak, elektronik, termasuk pembicaraan berantai, desas-desus, dan sebagainya

B. CIRI-CIRI UTAMA KELOMPOK
1. Terdapat motif-motif yang sama
Terbentuknya kelompok sosial itu adalah ialah karena bakal anggotanya berkumpul untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dengan kegiatan bersama lebih mudah dan dan dapat di capai dari pada atas usaha sendiri. Jadi, dorongan atau motif bersama itu menjadi pengikat dan sebat utama terbentuknya kelompok sosial. Tanpa motif yang sama antara sejumlah individu itu sukar sukar untuk terbentuk suatu kelompok sosial.
Tetapi tidak hanya motif yang sam itu saja yang dapat mengikat dan membentuk sejumlah orang menjadi suatu kelompok sosial, sebab adanya suatu motif yangg sama itu harus disertakan kesadaran bahwa tujuan-tujuan tersebut haruslah dicapai dengan kerja sama anatara orang-orang yang bermotif sama..
Tujuan-tujuan bersama yang diusahakan oelh kelompok sosial bermacam-macam jenisnya, misalnya keuntungan ekonomis seperti upada usaha koperasi dalam memberi barang konsumsi bersama. Dapat pula tujuan bersama itu berupa tujuan politik, tujuan ilmiah, dan lainya.
2. Terdapat reaksi-reaksi dan kecakapan yang berlainan antar anggota kelompok.
            Dalam menguraikan pasal ini oleh Sherif dan kawan-kawan ditandaskan bahwa situasi sosial, baik situasi kebersamaan maupun situasi kelompok, pada dirinya sendiri sudah mempunyai pengaruh berlainan terhadap tingkah laku individu dibandingkan dengan kebiasaan tingkah laku individu itu dalam keadaan sendiri. Dalam hal itu tampak betapa mudahnya berlangsungnya imitasi dan sugesti pada umumnya dalam situasi tersebut. Demikian pula dalam terbentuknya kelompok sosial yang beralih dari suatu kebersamaan. Dengan demikian situasi sosial itu dapat merangsang reaksi-reaksi berlainan dari individu-individu yang bakal menjadi anggota kelompok. Dari berlainan kecakapan-kecakapan atas dasar perbedaan-perbedaan dalam kemampuan-kemampuan antar anggoata kelompok yang dirangsang oleh situasi sosial itu, maka terjadilah pembagian tugas yang khas antara anggota-anggotanya sesuai dengan kecakapannya untuk turut merealisasikan tujuan kelompok secara kerja sama. Demikianlah lambat-laun terjadi struktur kelompok yang khas serta norma-norma dan pedoman-pedoman pelaksanaan kegiatan kelompok serta makin menegas berdasarkan reakasi-reaksi dan kecakapan yang berlainan.
3.  Terdapat penegasan struktur kelompok
Yang disebut dengan struktur kelompok ialah suatu sistem yang cukup tegas mengenai hubungan-hubungan anatara anggota-anggota kelompok berdasarkan peranan, status-status mereka sesuai dengan sumbangan masing-masing dalam interaksi kelompok ke tujuannya.
Pembagian tugas-tugas dan koordinasi antara tugas-tugas tiap anggota lambat laun akan akan terbina mengenai pengharapan-pengharapan yang timbal balik anatar anggotan, bahwa tugas-tugas yang diserahkan masing-masing juga kan di selesaikan dengan sebaik-baiknya. Nah kejelasan mengenai pembagian tugas-tugas itulah yang akan mengarahkan pada penegasan fungsi dan peran para anggota-anggotanya.
4. Terdapat penegasan norma-norma kelompok
Bersamaan dengan terbentuknya struktur dalam interaksi kelompok, terbentuklah norma-norma tingkah laku yang khas antara anggota-anggota kelompoknya.
Norma kelompok tersebut bukanlah norma statis atau angka rata-rata mengenai tingkah laku yang sebenarnya terjadi dalam kelompok itu, melainkan merupakan pedoman-pedoman untuk mengatur pengalaman dan tingkah laku anggota kelompok dalam bermacam-macam situasisosial yang bersangkutan dengan kelompok.Norma kelompok ialah pengertian yang seragam mengenai cara-cara tingkah laku yang patut dilakukan oleh anggota kelompok apabila terjadi sesuatu yang bersangkutpaut dengan kehidupan kelompok. Norma dalam suatu kelompok ada yang tertulis dana ada juga yang tidak, biasanya sesuai jenis kelompoknya..
Norma kelompok informal biasanya terealisasikan dalam bentuk pengertian satu sama lain terhadap prilaku yang ada. Sedangkan kelompok formal mempunyai norma-norma tertulistentang prilaku semua anggotanya.Norma sosial merupakan adalah patokan umum mengenai tingkah laku dan sikap individu anggota kelompok yang dikehendaki oleh kelompok mengenai bermacam-macam hal yang berhubungan dengan kehidupan kelompok yang melahirkan norma-norma tingkah laku dan sikap-sikap itu mengenai segala situasi yang dihadapi oleh anggota-anggota kelompok .



lAPIRAN
a.      Busana Muslim Keluarga.jpgKelompok Sosial Primer








kober 3.jpg1.1 Keluarga merupakan kelompok sosial primer yang ada di masyarakat





1.2 Kelompok belajar juga merupakan kelompok sosial primer yang ada di masyarakat

b.      parpol(skunder).jpgKelompok Sekunder





1.3 Partai Politik merupakan kelompok sosial sekunder
buruh.jpg





1.4 Serikat buruh juga merupakan kelompok sosial sekunder
c.       Kelompok Formal & Nonformal
1.      SAM_1249.JPGKelompok Formal





1.5.SAM_1248.JPGUnit Kegiatan Mahasiswa Islam termasuk salah satu contoh kelompok sosial di    masyarakat





1.6.Salah satu keigatan formal yang dilakukan unit kegiatan mahasiswa islam

2.      Kelompok Nonformal
arisan 3.jpg





1.7 Arisan merupakan kelompok sosial Nonformal
IMG-20120909-00693.jpg





1.8 Arisan yang dilakukan ibu-ibu merupakan kelompok sosial informal
d.      Kelompok Semu/ Tidak Teratur
khotbah  jumatt.jpg





1.9 kelompok orang yang mendengarkan khotbah agama juga termasuk kelompok sosial semu & tidak semu.
pict0768.jpg





1.10 Kelompok pesta termasuk kedalam tipe kelompok sosial ekspresif yang direncanakan
IMG_20140308_124005.jpg





aa.jpg1.11 Kelompok masyarakat pengungsian bencana alam gunung sinabung merupakan salah salah satu kelmpok sosial tipe kelompok massa





1.12 Kelompok pengungsian bencana gunung sinabung merupakan kelompok sosial.

Daftar Pustaka

Ahmadi Abu.2007.Psikologi Sosial,Edisi Revisi.Jakarta.Rineka Cipta
Gerungan,W.A.2002.Psikologi Sosial.Bandung.Refika Aditama












Hasil Observasi
 Jenis-jenis kelompok sosial yang ada di masyarakat
 






         OLEH :
Ridho Prawira                        1122171003
        Rosmei Marpaung                 1122171002
       Eva Marito Marbun               1123171007
       Fadli Ramadhan Siregar        1123171009
 Sevilla                                    1113171026

Jurusan              :      Pls/Reguler/2012
Mata kuliah       :      Psikologi Sosial
Dosen                  :      Dra.Rosdiana,M.Pd
                                                           







PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2013

Rabu, 25 Februari 2015

muhasabah diri

Salam cinta saudaraku.
Tahukah engkau siapakah orang yang merugi itu?
Rasulullah SAW bersabda : “ Orang yang merugi dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, Puasa dan Zakat. Namun ia juga membawa dosa menuduh, mencela, memakan harta orang lain dengan batil, dan memukul orang lain “
Wahai orang yang menyia-nyiakan usianya, sampai kapan kamu akan menunda taubat ?
Apakah kamu orang yang meniti kebahagiaan ?? Atau pada wajahmu tergambar penyesalan .?
Apakah kamu tahu amalan itu dierima atau di tolak ?

# Mhs pencari sepenggal Firdaus

_Jejak wira


Minggu, 15 Februari 2015

pintu masuk setan kedalam jiwa

Pintu Masuk Setan ke Dalam Jiwa
Perumpamaan hati adalah seperti benteng, sedangkan setan adalah musuh yang ingin memasuki benteng tersebut untuk menguasainya. Manusia tidak dapat menjaga benteng tersebut apabila manusia tidak menjaganya, dan tidak mengetahui pintu-pintu masuk nya serta celah celah setan untuk menyerang benteng hati manusia tersebut.
Pintu masuk dan celah setan adalah sifat-sifat hamba yang banyak jumlahnya, dan diantar pintu-pint utama adalah sebagai barikut :
1.   Marah dan syahwat
Marah dapat membius akal manusia apabila tentara akal lemah, maka tentara setan akan maju menyerang manusia. Apabila manusia marah maka setan mempermainkan nya seperti anak kecil mempermaikan bola.

2.   Dengki dan Tamak
Apabila seseorang tamak,maka ketamakan itu akan membuatnya buta dan tuli, sebagai mana sabda Nabi saw, cintamu pada sesuatu membuatmu buta dan tuli
Ketika jiwa tertutupi oleh kedengkian atau ketamakan, ketika itulah setan masuk dan menumbuhkan kesan bagus pada padangan orang yang tamak,sehingga iya akan melampiaskan keinginannya sekalipun itu munkar dan keji.

3.    Kenyang berlebihan
Kenyang yang berlebihan merupakan pintu masuk setan, karena rasa kenyang dapat dapat memperkuat syahwat,dan syahwat adalah senjata setan. Kenyang yang berlebihan mengandung 6 sifat tercela :
-          Pertama, menghilangkan rasa takut kepada Allah dari dalam hati
-          Kedua, menghilagkan kasih sayang kepada sesama makhluk karena mengira mereka semua kenyang
-          Ketiga, menghambat ketaatan
-          Keempat, tidak tanggap apabila mendengar ucapan hikmah
-          Kelima, tidak menyentuh hati apabila menyampaikan nasihat dan hikmah kepadanya
-          Keenam, menimbulkan banyak penyakit/ merusak kesehatan

4.    Suka bermegahan dengan perabotan, pakaian dan rumah
Apabila hal ini telah mendominasi hati manusia maka setan bertelur dan menetas di dalamnya. setan akan terus mengajak seseorang itu untuk terus bermegah-megahan dengan perabotan pribadinya, memperluas bangunannya, menghiasi pakaiannya layaknya pakaian setan, dan bermegah-megahan tanpa ada maknanya. setan membenamkanya kedalam hal tersebut sepanjang hidup.

5.    Terburu-buru dan tidak tabayun
Nabi saw, bersabda, “Terburu-buru adalah dari setan dan berhati-hati adalah ari Allah”( HR.Tirmizi).
Larangan terburu-buru ini disebabkan karena amal perbuatan harus dilakukan setelah dipahami dan dimengeti,sehingga di butuhkan perenungan dan waktu. Selain menghalangi kematangan berfikir, sikap terburu buru juga jadi kesempatan setan untuk memasukan kejahatanya kepada manusia secara tidak disadari.


6.    Uang dan segala harta kekayaan
Uang, dinar,dirham dan segala harta kekayaan mulai dari barang berharga, kendaraan, dan tanah, semua itu merupakan pintu masuk setan ke dalam jiwa apabila salah meposisikanya di alam hati dan salah mengelolanya,untuk itu manusia harus mewasapadainya.
Orang yang sudah terpenuhi kebutuhan pokoknya maka hati orang seperti itu akan kosong.pada saat seperti ini, andai ia menemukan uang seratus dinar di jalanan, misalnya, maka dalam jiwa akan muncul bermacam keinginan dan setiap keinginan nya akan membutuhkan unag seratus dirham lainya. Ia tak akan merasa cukup dengan apa yang ia temukan.bisa jadi ia membutuhkan sembilan ratus dirham lainya.padahal pada awal nya ia tidak membuatuhkan uang seratus dinar itu.tetapi sekarang setelah menemuka nuang seratus dinar tadi,ia merasa telah menjadi kaya dan membutuhkan aembilan ratus dinar lainya untuk membeli dan memenuhi segala keinginannya yang baru muncul dalam hatinya.
Setiap sesuatu akan mengundang sesusatu yang lainya dan begitu seterusnya hingga ia terjerumus kedalam lembah yang lapisan terbawahnya dalah jahannam yang tida ada lapisan lagi setelahnya.
            Ya Allah, jadikanlah hartaku berada di tanganku, jangan biarkan harta ini memasuki kedalam hatiku. Amin.

7.    Bakhil dan takut Miskin
Bakhil dan takut miskin merupakan salah satu pintu utama setan. Sebab hal inilah yang mencegah seserang dari berinfak an bersedekah, lalu mengajak pemiliknya untuk menimbun, menyimpan dan menuju siksa pedih yang dijanjikan kepda orang-orang yang menumpuk-numpuk harta sebagai man yang diungkapakan dalam Al-Quran.
            Sufyan berkata, “ Setan tidak punya senjata seampuh rasa takut miskin. Dengan senjata ini ia mulai melakukan kebatilan, mencegah, kebenaran, berbicara dengan hawa nafsu, dan berprasangka buruk kepada Tuhan nya”
            Diantara keburukan sifat bakhil adalah keingina untuk selau berada di pasar guna mengumpulkan harta, padahal pasar merupakan tempat berkumpulnya setan.


                                                                        _Jejak Wira


pesan cintauntuk mu

Salam cinta saudaraku.
Tahukah Engkau apa kebahagiaan itu??
Kebahagiaan tidak terletak pada cek yang dicairkan,  pada rumah yang mewah, tidak pada mobil yang mewah, bukan pada wangi yang semerbak, bukan pada gandum yang ditumbuk dan bukan pula pada kain yang dibentangkan,
Kebahagiaan itu adalah keriangan hati, karena kebanaran yang di hayatinya.
Kebahagiaan adalah ketenangan hati, karena kebaikan disekelilingnya.
Kebahagiaan itu saat ia selalu ingat kepada Rabb nya.
“Sesengguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik “ (Qs.Al-A’raf : 56)
Saudaraku, menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik jauh lebih penting.

# Mhs pencari sepenggal Firdaus

_Jejak wira


Minggu, 21 Desember 2014

perkembangan peserta didik.teori perkembangan



Teori Perkembangan
a.       Teori Psikoanalisis
Menurut teori psikoanailisis proses perkembangan terutama berlangsung secara tidak disadari atau unconscious ( diluar kesadaran) dan sangat diwarnai oleh emosi . Pemahaman sepenuhnya dengan perkembangan hanya dapat dicapai melalui analisis terhadap makna- makna simbolis dari perilaku serta  menelaah pikiran yang lebih dalam (bornstein , 2003). Ahli teori psikoanalisis juga menekankan bahwa pengalaman di masa awal dengan orang tua memiliki pengaruh yang luas terhadap perkembangan . karakteristik-karateristik ini di soroti dalam teori psikoanalisis utama, yaitu oleh sigmund freud.

1.       Teori Freud
Freud ( 1856-1939) mengembangkan teori psikoanalisnya berdasarkan pengalamannya dalam menangani kehidupan mental pasien-pasienya. Struktur kepribadian Freud menyatakan bahwa kepribadian memiliki tiga unsur yaitu: id, ego,dan superego. Id terdiri dari insting yang merupakan persediaan energi psikis individu. Dalam pandangan Freud id sepenuhnya tidak disadari: id tidak memiliki kontak dengan realitas. Ketika anak-anak mengalami berbagai tuntutan dan pembatasan realitas muncul sebuah sturuktur baru dan kepribadian-ego, yang menangani tuntutan realitas, ego disebut juga “cabang eksekutif dan kepribadian karena membuat keputusan rasional .
Id dan ego tidak mempertimbangkan moralitas-keduanya tidak mempertimbangkan apakah sesuatu itu benar atau salah. Super ego adalah sturuktur kepribdian yang mempertimbangkan apakah sesuatu itu benar atau salah.  Superego seringkali kita juluki sebagai “ hati nurani”.
Mekanisme pertahanan  Dalam pandangan Freud, ego harus menyelesaikan konflik antara tuntutan realitas, harapan id, dan pembatasan dan superego, melalui mekanisme pertahanan ( defense mechanis) mekanisme pertahanan merupakan metode yang tidak disadari untuk mendistorsikan realitas, yang digunakan oleh ego untuk melindungi diriya dari kecemasan yang di sebabkan oleh adanya konflik antara ketiga struktur kepribadian.
Menuut Freud, refresi merupakan mekanisme pertahanan yang paling kuat dan bersifat naluriah. Refresi mendorong impuls-impuls it untuk tetap berada dibawah kesadaran kita.  Refresi merupakan dasar dari semua mekanisme pertahanan lainya, karena tujuan dari setiap mekanisme pertahanan adalah untuk menekan/mendorong impils-impuls yang mengancam agar keluar dari kesadaran.
        Ingatlah bahwa mekanisme pertahanan tersebut tidak disadari, remaja tidak menyadari bahwa mereka mengguankanya untuk melindungi ego dan untuk meredakan kecemasan.
        Tahap-tahap psikoseksual:
·         Tahap Oral (Oral stage)
Athap orla dalah tahap perkembangan yang berlangsung selama 18 bulan pertama dari kehidupan, dimana kenikmatan bayi dipusatkan di daerah mulut.
·         Tahap anal (Anal Stage)
Tahap adalah tahap perkembangan yang berlangsung antaraa usia 1,5 hingga 3 tahun. Kenikmatan tebesar diperoleh anak di daerah anus.
·         Tahap Falik ( phalik stage)
Adalah tahap perkembangan yang berlangsung antara usia 3 tahun hingga 6 tahun yang berarti tahap falik kenikmatan dipusatkan di daerah genital, dimana ini terjadi ketika anak menemukan bahwa manipulasi diri itu menyenangkan.

Menurut freud, apabila konflik ini  tidak terselesaikan, individu dapat terfiksasi pada tahap falik
-          Tahap laten ( latency stage )
Yaitu tahap perkembangan keempat yang berlangsung antara usia sekitar 6 tahun hingga pubertas; anak menekan semua minat dalam hal seksualitas serta mengemabangkan  keterampilan sosial dan intelektual.
-          Tahap genital ( genital stage )
Yaitu tahap perkembangan terakhir , yang berlangsung sejak masa remaja hingga kemasa selanjutnya.

Tahap oral

Kenikmatan anak di pusatkan didaerah mulut

Lahir 1 ½  tahun
Tahap anal

Kepeuasan anak dipusatkan di adaera anus
1 ½-3 tahun
Tahap palik

Kepuasan anak dipusatkan di daerah genital

3-6 tahun

Tahap laten

Anak menekankan hasrat seksual dan mengembangkan keterampilan sosial dan intelektual 

     6th-masa puber
Tahap genital

Saat kebangkitan seksual, sumber kesenangan seksual menjadi seseorang di luar keluarga
Pubertas dst

1 ½-3  tahun.
     

Tahap-tahap erikson
Periode perkembangan
Integritas versus kekecewaan
Masa dewasa akhir ( 60 tahun ke atas)
Bangkit versus stagnasi
Masa dewasa menengah ( 40-an, 50-an)
Keintiman versus keterkucilan
Masa dewasa awal ( 20-an, 30-an )
Identitas versus kebingungan identitas
Masa remaja ( 10-20 taun)
Tekun versus rasa rendah diri
Masa kanak-kanak tengah dan akhir ( usia SD, 6th-pubertas)
Prakarsa versus rasa bersalah
Masa kanak-kanak awal ( masa prasekolah, 3-5 tahun )
Otonomi versus malu dan ragu-ragu
Masa bayi (1-3 tahun )
Kepercayaan versus ketidakpercayaan.
Masa bayi ( satu tahun pertama)

2.       Tahap erikson
Menurut teori erikson, kemajuan manusia dicapai melalui delapan tahap perkembangan yang berlangsung seumur hidup.
-          Kepercayaan versus ketidakpercayaan ( trust versus mistrust) adalah tahap pertama dan perkembangan psikososial, yang dialami dalam satu tahun pertama dari kehidupan seseorang.
-          Otonomi versus rasa malu dan keraguan-keraguan ( autonomy versus shame and doubt) adalah tahap kedua dari perkembangan menurut erikson yang berlangsung antara akhir masa bayi hingga masa baru berjalan ( usia 1 hingga 3 tahun ).
-          Prakarsa versus rasa bersalah ( intiative versus guilt), yang berlangsung selama prasekolah.
-          Tekun versus rasa rendah diri ( industry versus inferiorrity) adalah perkembangan yang berlangsung masa sekolah dasar.
-          Identitas versus kebingungan identitas ( identity versus identity confusion ) tahap ke lima perkemabangan yang berlangsung masa remaja.
-          Keintiman versus keterkucilan (intimacy versus isolation) adalah keenam dari perkembangan yang dialami individu selama masa dewasa awal.
-          Bangkit versus stagnasi ( generativity versus stagnation) yang merupakan tahap ketuju yang berlangsung dimasa dewasa menengah.
-          Integritas versus kekecewaan ( integruty versus despair) adalah perkembangan yang kedelapan yang berlangsung dimasa dewasa akhir.

Evaluasi terhadap teori-teori psikoanalisis kontribusi  dan psikoanalisis meliputi penekanannya pada faktor-faktor sebagai berikut:
·         Pengalaman masa awal memainkan peranan penting bagi perkembangan
·         Relasi keluarga merupakan salah aspek pokok-pokok perkembangan
·         Kepribadian dapat dipahami secara lebih baik apabila kepribadian juga ditelaah dari sisi perkembangannya.
·         Pikiran tidak sepenuhnya disadari; aspek –aspek yang tidak disadari dari pikiran perlu dipertimbangkan
·         Dalam teori erikson perubahan dapat berlangsung di masa dewasa maupun di masa kanak-kanak.
Berikut ini adalah beberapa kritik yang dilontarkan terhadap teori-teori psikoanalisis:
-          Konsep-konsep utama daro toeri-teori psikoanalisis sulit di uji secara ilmiah
-          Banyak data yang digunakan untuk mendukung teori-teori psikoanalisis berasal dari rekonstruksi individu terhadap masa lalunya sering kali di masa lalu yang akurasinya tidak diketahui.
-          Terlalu banyak menekankan pentingnyaperanan seksualitas terhadap perkembangan ( khususnya teori Freud)
-          Terlalu banyak menekankan pentingnya penagaruh pikiran yang tidak disadari terhadap perkembangan
-          Teori-teori psikoanalisi memberikan suatu gambaran menegenai manusia yang terlalu negatif
b.      Teori –toeri kognitif
1.       Teori perkembangan kognitif dari piaget
Menyatakan bahwa individu secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia dan melalui empat tahap perkembangan. Dua proses-organisasi dan adaptasi melandasi konstruksi kognitif mereka mengenai dunia.



Tahap sensorimotor

Bayi membangun pemahaman menegenai dunia dengan mengoordinasikan pengalaman sensoris dengan tindakan fisik. Bayi mengalami kemajuan dari tindakan refleks sampai mulai menggunakan pikiran simbolis hingga tahap akhir tahap
Lahir -2 tahun

Tahap praoperasional

Anak mulai menjelaskan dunia dengan kata-kata dan gambar. Kata-kata dan gambar ini mencerminkan meningkatkan pemikiran simbolis dan melampaui hubungan informasi sensoris dan tindakan fisik.

   2-7 tahun
Tahap operasional konkret

Anak saat ini dapat bernalr secara logis mengenai peristiwa-peristiwa konkret dan mengaplikasikan obyek-obyek kedalam bentuk yang berbeda.



7 -11 tahun
Tahap ,operasinal formal

Remaja bernalar secara lebih abstrak idealis, dan logis









11taun-dewasa.

2.       Teori kognitiif sosio-budaya dari vygotsky
Yaitu teori kognisi sosio budaya yang menekankan bagaimana budaya dan interaksi sosial mengarah perkembangan kognitif. Ia berpendapat bahwa perkembangan memori, atensi dan penalaran, mencakup kegiatan belajar untuk menggunakan temuan-temuandari masyarakat seperti bahasa sistem matematika dan strategi  memori.

3.       Teori pemprosesan –informasi
4.       Robert siegler menyatakan bahwa kegiatan berpikir merupakan bentuk pemprosesan informasi. Ketika individu menangkap, menulis sandi, menampilkan , menyimpan mengeluarkan kembali informasi mereka sebenarnyab sedang berpikir.