Kamis, 15 Februari 2018

Apa Itu Cinta?

Doc.PLTD Apung


Cinta ....adalah Ali,ketika dia berbaring tidur menggantikan Rasululloh di kasurnya ,padahal dia tahu bahwa sekelompok orang kafir telah berkumpul untuk membunuh Rasululloh ,dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas dikasur yang sama !!

Cinta ...adalah Bilal,Ketika dia tidak lagi mengumandangkan Adzan setelah wafatnya Rasululloh ,lalu atas perintah umar ,bilal mengumandangkan adzan lagi,saat penaklukan baitul Maqdis .
Tidak pernah tangisan itu terlihat begitu membahana sebelumnya ,pada detik detik bilal mengucapkan
"Asyhadu anna muhammadar Rasulullaah "

Cinta ....
Adalah abu bakar yang mengatakan "Saat kami berhijrah ,aku heran dengan munculnya susu yang tercampur air,lalu aku berikan susu tersebut kepada Rasululloh ,dan aku katakan "minumlah wahai Rasulullah "
Abu bakar mengatakan "Maka Rasulullah pun minum sehingga hilanglah dahagaku "(Rasulullah yang minum,abu bakar yang hilang dahaganya )

Cinta,,,adalah zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah ,lalu dia pun keluar dengan nenyerat pedangnya dijalan jalan kota mekkah ,padahal usianya baru 15 th .Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah islam .

Cinta ....adalah Rabi'ah bin ka'b saat Rasulullah bertanya kepadanya 'apa yang kamu butuhkan ?Rabi'ah pun menjawab "Aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga .

Cinta..adalah Tsauban ketika Rasulullah bertanya kepadanya "Apa yang membuat warna (wajahmu )berubah ?lalu Tsauban menjawab,"aku tidak sakit dan terluka ,hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu "

Cinta,,,adalah ketika abu bakar as shiddiq berkata kepada Rasulullah sebelum memasuki gua (Tsur )"Demi Allah ,janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu ,jika ada sesuatu didalam gua ini maka akulah yang terkena duluan ,bukan engkau "

Cinta ....adalah abu bakar yang menangisi Rasulullah ketika tampak tanda tanda kewafatannya telah dekat,lalu Rasulullah menenangkannya "Janganlah kamu menangisi !Jika saja aku boleh menjadikan seseorang terkasih dari golongan manusia, aku pasti menjadikanmu (abu bakar )sebagai kekasihku ".

#salambermanfaat

Rabu, 31 Januari 2018

Manisnya Sebuah Masalah


Doc. Mt. Marapi 

* Benarkah ketika kita dapat masalah kita mudah dekat dengan Allah ?
* Benarkah kita tanda tanya besar kenapa si masalah ini bisa terjadi !
* Kenapa harus saya orang nya menghadapi masalah ini
* Kapan semua ini akan berakhir !
* Saya gak sanggup , Rabbi bantu saya menyelesaikan ini semua
* Bukan saya yang salah kok jadi salah pahan gini
Dan masih banyak lagi

Asal kita tahu , kalau bukan karena masalah dengan cara apa agar kita dekat dengan-Nya.

Kalau kita lagi happy , banyak uang , banyak waktu pernahkan kita jarang ingat dengan ALLAH . Pernah ! Paling ingatnya sekali dua kali.

ALLAH kasih kita nikmatNya gk sekali atau dua kali bahkan beribuan kali tapi toh ya kok dikasih masalah dikit langsung ngeluh.

Ketika kita mulai mengeluh kita selalu curhatnya ke ALLAH. Berarti perlu digaris besarin betapa manisnya sebuah MASALAH.
Renungkan bersama betapa lembut nya hati ketika sudah menangis dan ketika hati yang tulus memohon padanya sampai dada merasa sesak dan air mata mulai berniaga begitu lah ALLAH sangat merindukan hambaNya dan teramat manisnya kedekatan kita dengan ALLAH dari sebuah masalah. yah... Nikmati saja masalah itu pahami dan berlapang dadalah dan suatu saat jika tak ada masalah hati akan bertanya kemana masalah yang biasa kuhadapi . jiwa yang kuat juga berasal dari hati yang lemah. Engkau akan pahami sendiri betapa manisnya sebuah masalah. Petik ibroh nya jangan biarkan angin menghembusnya jika tangan kita bisa menggenggam kembali.

Manisnya sebuah masalah kehidupan sejauh mana kita bisa mengejar RidhoNya dan bersahabat baik untuk menjadikan kedepan menjadi lebih baik.

Jangan tenggelam dalam kepedihan
Bangkitlah dengan tumpuan yang gagah
Karena Cukup ALLAH bagi kita

~DRT

#salambermanfaat

Selasa, 30 Januari 2018

Koin Penyok - Mengajarkan Bersyukur

Doc. Lampuuk Beach

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa.
Kondisi keuangan morat-marit.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.

"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok".

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno",
kata teller itu memberi saran.

Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp.500 ribu.

Lelaki itu begitu senang.

Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuat rak buat istrinya.
Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati tempat pengerajin mebel.
Mata pemilik bengkel mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu.
Dia menawarkan lemari Rp. 2 juta untuk menukar kayu itu.
Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan.
Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya Rp. 10 juta. Dia ragu-ragu.
Si wanita pun menaikkan tawarannya menjadi Rp. 12 juta. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya.
Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai Rp. 12 juta.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

"Apa yang terjadi?"
"Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata,
"Oh bukan apa-apa.
Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar, kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikian lah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Saat kehilangan sesuatu, kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa.

Jadi "kehilangan" itu tidak lah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.

Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke-"aku"-an.

Ke "aku" an itu lah yang membuat kita menderita.

Rumah ku, harta ku, istri ku, suami ku, anak ku, semuanya bukan milik ku.
Kita lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak bawa apa-apa dan tidak ngajak siapa-siapa.

Sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua akan kembali kepada Allah.

(QS. al-Baqarah 2:155-157)

#salam bermanfaat

Kamis, 18 Januari 2018

8 JENIS REZEKI DARI ALLAH

Doc.Kuta Cane


1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

#Salam Bermanfaat

Senin, 08 Januari 2018

Nasihat Dari Sahabat

Doc.Debu debu 


Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba yang selalu bergerombol.

Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.
Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan

Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa rumus kegagalan adalah sikap "asal semua orang"

Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Allah, karena engkau, mereka, dan kita semua, akan berpulang kepadaNya.
Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.

Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.
Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi
Tapi bersandarlah kepada Allah SWT,  karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.

#salam semangat sahabat

Rabu, 20 Desember 2017

Menepis Kabut Ketakutan

" Untuk sukses, keinginan Anda untuk menjadi sukses harus lebih besar dari pada ketakutan Anda terhadap kegagalan"
( Bill Cosply )
Doc.Mt.Sipiso-piso

Barangkali anda tidak menyadari bahwa Anda sering merasa takut. Takut kehilangan pekerjaan, takut pernikahan tidak bertahan, takut anak Anda bergaul dengan orang yang salah.
Ketakutan dan iman seperti tampak tidak sama, tetapi keduanya mempunyai kesamaan. Keduanya minta kita untuk mempercayai sesuatu yang tidak dapat kita lihat.
Iman berkata: percayalah pada hal yang positif. Penyakit itu tidak bersifat permanen. Hanya bersifat sementara
Ketakutan berkata: percayalah pada hal yang negatif. Bisnis sedang merosot, Anda akan jatuh
Jika setiap hari Anda memikirkan ketakutan-ketakutan itu berulang kali, semua itu akan menjadi kenyataan.

Ketakutan ibarat kabut. Ia seperti menutupi keseluruhan jalan, tapi sebenarnya tidak. Ketakutan terasa besar. Ketakutan seperti mengintimidasi. Ia seakan memberitahu Anda: Anda tidak akan pernah sehat, anak Anda tidak akan pernah berubah, keuangan Anda akan sulit.
takala ketakutan datang, balas dan katakan pada ketakutan itu dengan gagah

"Kamu kedengaran mengagumkan.  Kamu kelihatan kuat. Tetapi saya mengetahui yang sebenarnya! Tidak ada yang berarti dalam dirimu. Kamu kelihatan permanen, tetapi saya tahu"

kamu hanya sementara! Segala sesuatu dalam kehidupanku mungkin agak suram, tapi sebentar lagi kehidupanku akan bersinar"

Anda barangkali belum melihat hari-hari yang lebih baik di masa depan, tetapi tak perlu  buang energi untuk terus merasa khawatir. Hubungkanlah diri Anda dengan Tuhan, sumber kekuasaan tertinggi, dan gunakan energi itu untuk mempercayai hal-hal positif.

#salam bermanfaat.

Senin, 18 Desember 2017

Musafir Yang Cerdas

   
Doc.Sie Babalan
                         
Suatu Hari Seorang musafir lewat di suatu kampung. Ia melihat penduduk kampung lagi berkumpul dan ramai sekali. Mereka sepertinya lagi mengadakan musyawarah besar.

Setelah mencari tahu, ternyata penduduk kampung itu lagi membicarakan siapa yang bersedia mau menjadi Ketua Kampung.

Ia menjadi heran, kenapa orang-orang ini justru mencari siapa yang mau menjadi pemimpin, karena menurut kebiasaan, orang malah rebutan untuk jadi pemimpin.

Rupanya ada suatu tradisi aneh di kampung itu. Setiap seorang pemimpin yang telah selesai menjalankan tugas, ia akan dibuang ke suatu tempat yang sangat berbahaya.

Di padang pasir yang dipenuhi binatang buas dan berbisa. Setiap orang yang masuk ke sana mustahil bisa keluar lagi dengan selamat.

Setelah berfikir sejenak ia menawarkan diri untuk jadi pemimpin di kampung itu.

Tentu saja penduduk kampung menjadi heran sekaligus senang. Dengan penuh yakin ia menandatangani perjanjian untuk menjadi pemimpin dan siap dibuang setelah 10 tahun menjalankan tugas.

Namun musafir ini ternyata seorang yang sangat cerdas.

Pantas sekali ia berani menawarkan diri jadi pemimpin negeri itu.

Di tahun pertama dan kedua ia mengumpulkan dana yang sangat besar.

Pada tahun ketiga ia menugaskan orang untuk membuat jalan ke padang pasir tempat yang akan dijadikan tempat pembuangannya.

Tahun keempat ia membersihkan tempat itu dari binatang buas dan berbisa.

Tahun kelima ia memerintahkan orang untuk mengalirkan air dan menanaminya dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan.

Tahun keenam sampai kedelapan  ia menyulap daerah itu menjadi kota yang sangat megah dan membuat istana yang indah untuk tempat ia ketika dibuang nanti.

Akhirnya pada tahun kesembilan ia justru merindukan jabatannya segera berakhir, karena ia tidak sabaran lagi untuk menempati rumah masa depannya.

Itulah gambaran dunia dan akhirat bagi orang yang sadar.

Ada orang yang merasa cemas akan kematian karena ia membiarkan rumah masa depannya dipenuhi binatang buas dan berbisa. Rumahnya hancur berantakan, bahkan dipenuhi api.

Tapi bila kita persiapkan dengan segala amal shaleh, justru akan membuat kerinduan untuk segera menuju ke sana.

Ia malah merasa asing dan tidak betah di dunia yang fana ini, karena berharap segera menempati kampung nan indah di seberang sana.

Orang yang cerdas adalah yang mempersiapkan diri untuk kehidupan akherat yang tiada berakhir.

Dan orang yang teramat bodoh adalah orang yang mengorbankan kehidupan yang abadi demi kesenangan di dunia yang hanya sekejap.

 Jadilah orang yang cerdas!

Manfaatkan hari ini untuk menyiapkan sesuatu yang lebih baik buat di sana kelak.

~ Salam Bermanfaat